Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mempertegas komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui Bakti Sosial HMI Wajo 2024. Berlangsung di Kantor Camat Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 30 November 2024, kegiatan ini mengusung tema Transformasi Kepedulian HMI Melalui Program Pengabdian untuk Masyarakat Adil dan Makmur.
Acara ini melibatkan sinergi antara mahasiswa kedokteran, dokter umum, dokter spesialis, serta berbagai pihak terkait, yang bersama-sama memberikan manfaat nyata kepada ratusan masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada layanan medis tetapi juga pada edukasi kesehatan dan solidaritas sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
Persiapan acara dimulai pada Kamis, 28 November 2024, dengan keberangkatan tim pendahulu ke lokasi untuk memastikan segala kebutuhan teknis telah terpenuhi. Pada Jumat malam, rombongan utama yang terdiri dari mahasiswa dan tenaga medis tiba di Kecamatan Majauleng, membawa semangat kebersamaan untuk melaksanakan kegiatan ini dengan maksimal.
Puncak acara dimulai Sabtu pagi dengan pembukaan resmi di halaman Kantor Camat Majauleng. Acara dibuka oleh Ketua Panitia, Abulkhairil Jam’an Laoh, bersama Ketua Umum HMI Komisariat Kedokteran UMI, Muh. Muflih Usman Musa. Sambutan hangat juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. H. Nasrudin AM, SpOG(K), serta Asisten I Pemkab Wajo, Ir. Andi Musdalifah Z, M.Si., yang mewakili PJ Bupati Wajo dengan membuka kegiatan secara resmi
Sunatan Massal: Sebanyak 35 anak mendapat pelayanan medis yang aman dan nyaman, meninggalkan senyum kebahagiaan di wajah mereka dan keluarga. Pemeriksaan Kesehatan: Lebih dari 103 warga mendapatkan layanan medis di berbagai poli, termasuk Poli Umum, Poli Kulit, dan Poli Kandungan, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Penyuluhan Kesehatan: Dengan topik “Pencegahan 5 Penyakit Tertinggi di Kecamatan Majauleng” seperti diabetes melitus, ISPA, TBC, dispepsia, dan hipertensi, sebanyak 52 peserta mendapatkan wawasan praktis untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Materi disampaikan oleh mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam BEM Divisi Pengabdian Masyarakat, memberikan edukasi langsung yang aplikatif bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pelayanan kesehatan tetapi juga membawa dampak edukatif yang mendalam. Warga yang hadir merasa terbantu secara fisik dan mendapatkan wawasan berharga untuk melindungi keluarga mereka dari ancaman penyakit.
Acara ditutup dengan evaluasi dan sterilisasi peralatan medis, dilanjutkan dengan makan malam bersama sebagai simbol eratnya solidaritas antara panitia dan masyarakat. Ketua Panitia, Abulkhairil Jam’an Laoh, menyampaikan harapannya, “Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar dan meninggalkan cerita baik bagi masyarakat maupun HMI. Semoga di masa depan, semakin banyak masyarakat yang dapat kita bantu. Di mana seni pengobatan dicintai, di sana pula cinta untuk kemanusiaan dirayakan.”
Dengan semangat pengabdian yang tulus, Bakti Sosial HMI Wajo 2024 berhasil memperkuat peran mahasiswa kedokteran sebagai agen perubahan sosial, menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang membutuhkan.

