Jakarta – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), Dr. dr. H. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K), Subsp. Obginsos, MARS, M.Sc., FISQua, AIFO-K, menghadiri Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (HPTKes Indonesia) pada 21–22 Oktober 2026 di Tavia Heritage Hotel, Jakarta.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Kesiapan Akreditasi Perguruan Tinggi”. Workshop tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi serta memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
Kurikulum Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan. Penerapannya membutuhkan perencanaan pembelajaran yang terarah, metode evaluasi yang sesuai, serta sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan agar proses pembelajaran berjalan selaras dengan kompetensi lulusan yang diharapkan.
Dalam workshop ini, terdapat dua fokus pembahasan utama, yaitu penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE serta monitoring dan evaluasi (Monev) melalui siklus PPEPP, PDCA, dan akreditasi. Kedua materi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kurikulum yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Penyusunan RPS berbasis OBE menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, proses pembelajaran, dan metode penilaian. Dengan perencanaan yang tepat, kegiatan pembelajaran diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik yang relevan serta mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara optimal.
Selain itu, pembahasan mengenai monitoring dan evaluasi melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), serta Plan-Do-Check-Act (PDCA), menekankan pentingnya penerapan sistem penjaminan mutu secara konsisten. Evaluasi yang dilakukan secara berkala dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, menyusun tindak lanjut, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan.
Partisipasi Dekan FK UMI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas institusi dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan kedokteran. Pemahaman terhadap implementasi OBE, sistem penjaminan mutu, serta kebutuhan akreditasi diharapkan dapat mendukung pengembangan proses pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.
Melalui keikutsertaan dalam workshop yang diselenggarakan HPTKes Indonesia ini, FK UMI diharapkan dapat terus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu akademik, pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran, serta pelaksanaan evaluasi berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.