Makassar – Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) dipercayakan menjadi co-host dalam penyelenggaraan The First International Conference on Health, Science and Technology (ICoHST) 2026 yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan. Keterlibatan ini menjadi wujud penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi lintas disiplin.
ICoHST 2026 mengangkat tema “Synergising Health, Science, and Technology: A Multidisciplinary Approach” yang menekankan pentingnya sinergi antara bidang kesehatan, sains, dan teknologi melalui pendekatan multidisipliner. Konferensi ini juga membawa semangat “Bridging Health, Science, Technology, Ethics, Innovation and Society for a Sustainable Future”, yaitu menjembatani kesehatan, sains, teknologi, etika, inovasi, dan masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Berbagai sesi ilmiah diselenggarakan untuk membahas perkembangan terkini, berbagi hasil penelitian, serta memperluas peluang kolaborasi dalam bidang kedokteran, kesehatan, komputasi, dan teknologi.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Dekan FK UMI, Dr. dr. H. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K), dilanjutkan sambutan oleh Wakil Rektor USIM, Professor Dato’ Ts. Dr. Sharifudin Md Shaarani. Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan sambutan pembukaan sekaligus keynote speech bertajuk “Bridging Science, Technology, and Islamic Philanthropy: The Emerging Role of Waqf in Shaping a Sustainable Future”. Materi tersebut mengangkat peran wakaf dalam menghubungkan perkembangan sains, teknologi, dan filantropi Islam untuk mendukung masa depan berkelanjutan.
Pada sesi pleno bidang kedokteran dan ilmu kesehatan, konferensi menghadirkan sejumlah pembicara dari UMI dan USIM. Associate Professor Dr. Suhaila Sanip dari USIM membawakan topik “Training Digitally-Fluent Doctors for Tomorrow’s Healthcare”, sedangkan Dr. dr. Marlyanti N.R. Akib, M.Kes., Sp.M, MHPE, FFRI dari UMI mempresentasikan “Envisioning the AI-Driven Clinician: Redesigning Medical Education for the Digital Era”. Kedua topik tersebut menyoroti pengembangan kompetensi tenaga medis dan transformasi pendidikan kedokteran di era digital.
Sesi kesehatan juga menghadirkan Prof. Dr. Norsham Juliana Nordin dari USIM dengan materi mengenai integrasi kecerdasan buatan, kedokteran presisi, dan ritme biologis. Dari UMI, Dr. dr. M. Hamsah, M.Kes., Sp.OG membahas pemanfaatan teknologi kesehatan pintar untuk memberdayakan pasien, sementara dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B mengangkat inovasi teknologi untuk mendukung pemulihan dan perkembangan layanan kedokteran fisik. Pada sesi pleno berikutnya, Associate Professor Dr. Nazefah Abdul Hamid dari USIM membahas genomik dan transkriptomik pada cervical intraepithelial neoplasia, sedangkan Dr. dr. Ida Royani, M.Kes., MHPE, FFRI dari UMI mempresentasikan pengembangan sistem Thibbun Nabawi dalam layanan kesehatan modern melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah.
Selain bidang kesehatan, sesi komputasi dan teknologi menghadirkan pembahasan mengenai keamanan siber, kecerdasan buatan, transformasi digital, dan teknologi berkelanjutan. Associate Professor Dr. Azni Haslizan Ab Halim dari USIM membawakan materi tentang kriptografi dan keamanan siber, sedangkan Associate Professor Dr. Purnawansyah, M.Kom. dari UMI mempresentasikan pengembangan kecerdasan buatan melalui pendekatan semi-supervised learning. Pembicara lainnya, Associate Professor Dr. Farida Hazwani Mohd Ridzuan dari USIM, membahas cover selection in steganography, sementara Dr. Ramdan Satra, M.Kom. dari UMI mengangkat optimasi jaringan sensor nirkabel.
Konferensi ini turut menghadirkan Associate Professor Dr. Ihwana Asad dan Associate Professor Dr. Dolly Indra, M.M.SI. dari UMI, yang membahas transformasi digital ekosistem halal serta pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) melalui pendekatan computer vision. Pada sesi pleno berikutnya, Associate Professor Dr. Farah Wahida Harun dari USIM mempresentasikan pemanfaatan limbah pangan menjadi energi bersih, sedangkan Associate Professor Dr. Ir. Setyawati Yani dari UMI membahas inovasi ramah lingkungan dalam pengelolaan air limbah rumah tangga dan industri.
Kontribusi FK UMI juga terlihat melalui keikutsertaan sejumlah dosen sebagai pembicara dalam sesi simposium. Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG, Subsp. Obginsos menyampaikan materi “Transforming Women’s Healthcare: Integrating Reproductive Medicine, Quality of Care and Health System Innovation”. Sementara itu, dr. Irna Diyana Kartika, Ph.D., Sp.PK. membawakan topik “The Lab of Tomorrow: Harnessing Companion Diagnostics for Targeted Therapies”. Kedua topik tersebut menunjukkan perhatian terhadap inovasi layanan kesehatan perempuan, peningkatan mutu pelayanan, dan pengembangan diagnostik untuk mendukung terapi yang lebih terarah.
Selain sesi kesehatan, pembicara dari UMI dan USIM pada bidang teknologi turut membahas inovasi molekuler, bioinformatika, analisis data, rekayasa untuk mendukung populasi lanjut usia, serta penguatan rantai pasok pangan berkelanjutan. Ragam materi tersebut memperlihatkan luasnya cakupan ICoHST 2026 dan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, sesi bidang kedokteran dan ilmu kesehatan dimoderatori oleh dr. Muhammad Wirawan Harahap, Sp.An-TI, FISQua, AIFO-K, sedangkan sesi pleno berikutnya dimoderatori oleh Dr. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes. Selain presentasi pleno dan simposium, rangkaian konferensi juga mencakup presentasi oral secara paralel, sesi tanya jawab, serta pemberian penghargaan Best Paper Award.
Kepercayaan kepada FK UMI sebagai co-host ICoHST 2026 menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan pertukaran pengetahuan, dan memperluas kerja sama penelitian dengan institusi mitra. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, tetap berlandaskan etika, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan ICoHST 2026, FK UMI bersama UMI dan USIM diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Sinergi kesehatan, sains, dan teknologi menjadi langkah penting untuk mendorong lahirnya solusi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.