Malang โ€“ Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) turut mengambil bagian dalam kegiatan Annual Meeting Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) 2026 yang berlangsung pada 8โ€“10 Oktober 2026 di Malang. Kegiatan ini mengangkat tema โ€œIntegrasi Wahyu dan Kedokteran Berbasis Bukti Menuju Standarisasi Thibbun Nabawi dalam Ekosistem Kesehatan Syariah.โ€

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FK UMI, yaitu Dekan FK UMI, Dr. dr. H. Andi Nasrudin Mappaware, Sp.OG(K), Subsp. Obginos, MARS, M.Sc., FISQua, AIFO-K, FISOG; Wakil Dekan 1, Dr. dr. Ida Royani, M.Kes., MHPE, FFRI; Wakil Dekan 2, Dr. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes., CIP, FISPH, FISCM; serta Wakil Dekan 4, dr. Irna Diyana Kartika Kamaluddin, Sp.PK., M.Kes., Ph.D. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bentuk partisipasi FK UMI dalam mendukung pengembangan kedokteran Islam serta memperkuat hubungan akademik dengan berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman.

Annual Meeting FOKI 2026 menjadi forum bagi akademisi dan praktisi kedokteran Islam untuk memperkuat integrasi antara nilai-nilai wahyu dan perkembangan ilmu kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine). Tema yang diangkat menekankan pentingnya membangun pendekatan kesehatan yang selaras dengan ajaran Islam, sekaligus tetap memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan standar praktik kedokteran modern.

Bagi FK UMI, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring dengan institusi serta tenaga profesional di bidang kedokteran Islam. Forum ini juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai pendidikan kedokteran, penelitian, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan.

Pembahasan mengenai standardisasi Thibbun Nabawi dalam ekosistem kesehatan syariah menjadi salah satu perhatian penting dalam tema pertemuan tersebut. Pengembangan pendekatan ini membutuhkan kajian yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan prinsip keamanan, mutu, dan bukti ilmiah dalam praktik kesehatan.

Melalui keikutsertaan pimpinan fakultas dalam Annual Meeting FOKI 2026, FK UMI terus mendorong pengembangan pendidikan dan keilmuan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan etika. Hal ini sejalan dengan komitmen FK UMI dalam mencetak tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi FK UMI dalam pengembangan kedokteran Islam serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai syariah. Dengan demikian, FK UMI dapat terus mengambil peran dalam membangun ekosistem kesehatan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kepentingan kemanusiaan.