Makassar – Tim Reaksi Cepat (TRC) Tim Bantuan Medis (TBM) 110 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) bergerak cepat memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Jumat (31/7/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 WITA tersebut menghanguskan kurang lebih 50 unit rumah dan menyebabkan puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, TRC TBM 110 FK UMI segera diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada para korban.
Dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini, TRC TBM 110 FK UMI berkolaborasi dengan Puskesmas Rappokalling, unsur TNI, Polri, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dengan mendirikan Posko Layanan Kesehatan Darurat. Posko tersebut memberikan pelayanan medis bagi korban yang mengalami berbagai keluhan kesehatan maupun cedera akibat peristiwa kebakaran.
Tim medis memberikan penanganan terhadap sejumlah kasus yang ditemukan di lapangan, di antaranya luka tusuk (vulnus punctum), luka bakar (combustio), serta luka lecet (vulnus excoriatum). Penanganan dilakukan melalui pembersihan luka, penjahitan, pemberian terapi obat sesuai indikasi, hingga observasi lanjutan untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan oleh mahasiswa FK UMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika dalam aksi kemanusiaan merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai yang diusung Universitas Muslim Indonesia.
"Ketika musibah datang, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat belajar. Kampus harus menjadi yang pertama hadir membawa harapan. Ilmu pengetahuan menemukan makna sejatinya ketika mampu mengurangi penderitaan, menguatkan yang lemah, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," ujar Prof. Hambali.
Beliau menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan implementasi Catur Dharma UMI, yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter dalam kehidupan nyata.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. H. Nasrudin AM, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota TRC TBM 110 FK UMI yang kembali menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap penugasan kemanusiaan merupakan media pembelajaran nyata bagi mahasiswa kedokteran untuk mengintegrasikan kompetensi klinis dengan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial.
"TBM 110 adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Di sinilah mahasiswa belajar bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan mendiagnosis penyakit, tetapi juga tentang kemampuan menguatkan hati, menenangkan keluarga yang sedang berduka, dan tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa motto Dedicatio Pro Humanitate bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi komitmen yang terus diwujudkan melalui berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh TBM 110 FK UMI.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang secara konsisten dilakukan oleh Fakultas Kedokteran UMI. Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam penanganan bencana, FK UMI tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai calon dokter.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan TRC TBM 110 FK UMI kembali menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia dalam melahirkan dokter yang unggul, profesional, serta memiliki kepekaan sosial. Sejalan dengan visi Universitas Muslim Indonesia sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui semangat pengabdian dan kemanusiaan.