Makassar, https://fk.umi.ac.id/">fk.umi.ac.id — Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) menyelenggarakan Lomba Hafiz–Hafizah Al-Qur’an internal yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025, serta satu peserta dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Kegiatan yang dilaksanakan hari ini di Lantai 5 Gedung FK UMI tersebut diikuti sekitar 20 peserta.
Lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program GEN RAMADAN ke-7 FK UMI yang secara rutin diselenggarakan sebagai wadah pembinaan spiritual, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter mahasiswa kedokteran yang berintegritas.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FK UMI, Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para mahasiswa dalam menjaga dan menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukan pendidikan kedokteran. Beliau menegaskan bahwa FK UMI terus mendorong lahirnya dokter-dokter yang tidak hanya kompeten secara ilmiah dan profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang mulia.

Adapun kategori yang dilombakan meliputi 1–5 Juz, 1–10 Juz, 1–20 Juz, dan 1–30 Juz. Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berkompeten di bidang tahfiz Al-Qur’an, yakni Ust.Dr.Agus Beddumalla,Lc,MA , selaku Ketua Tahfiz Kampus UMI, dan Ust.Makmur Bakri,Lc, selaku Imam Masjid Kampus UMI. Penilaian mencakup kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, kefasihan, serta adab dalam membaca Al-Qur’an.
Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat, mencerminkan kesungguhan para peserta dalam menjaga hafalan di tengah padatnya aktivitas akademik dan klinik. Partisipasi peserta dari jenjang pendidikan spesialis turut menjadi inspirasi bahwa interaksi dengan Al-Qur’an dapat terus terjaga hingga jenjang pendidikan tertinggi.
Melalui rangkaian GEN RAMADAN ke-7 ini, FK UMI berharap dapat terus memperkuat integrasi antara keilmuan dan keislaman, serta melahirkan dokter-dokter berkarakter Qur’ani, profesional, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang humanis serta bernilai ibadah.