Aceh Tamiang, 11 Desember 2025 — Tim medis gabungan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Fakultas Kedokteran UMI, AMDA, TBM 110, AMSA UMI, serta Tim Medis Gelombang 2 FK UMI kembali melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kuala Sempang, Kamis (11/12/2025). Pelayanan dilakukan di area permukiman dekat bantaran Sungai Tamiang sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WITA.

Lokasi ini menjadi salah satu titik yang masih membutuhkan penanganan medis lanjutan, meski air banjir mulai surut.

70 Warga Mendapatkan Layanan Kesehatan

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pemeriksaan kesehatan umum, perawatan luka, hingga asesmen kebutuhan dasar warga. Sebanyak sekitar 70 pasien datang untuk mendapatkan pelayanan.

Kasus yang ditangani meliputi:

  • ± 25 pasien dengan luka robek, luka tusuk, serta infeksi luka
  • ± 45 pasien dengan keluhan diare, infeksi kulit, ISPA ringan, gastritis, kelelahan, dan dehidrasi
  • Penilaian kesehatan bagi warga yang masih berada di sekitar bantaran sungai

Tim juga menyebut banyak warga mengalami luka akibat puing dan material yang terseret banjir, sementara kasus infeksi kulit dan gangguan saluran pernapasan mulai meningkat akibat perubahan kondisi lingkungan.

Meski banjir telah surut, kondisi akses menuju permukiman belum sepenuhnya pulih. Jalan yang sebelumnya berlumpur kini berubah menjadi sangat berdebu, mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko iritasi pernapasan bagi warga.

Sejumlah titik juga masih dipenuhi puing dan sisa lumpur yang menghambat mobilitas warga maupun tenaga medis.

Hasil asesmen di lapangan menunjukkan beberapa kebutuhan mendesak yang masih harus dipenuhi, antara lain:

  • Air bersih
  • Terpal dan tenda darurat
  • Selimut dan pakaian
  • Kelambu atau obat nyamuk
  • Obat-obatan dasar dan perlengkapan kebersihan

Tim medis akan melanjutkan pemantauan kesehatan masyarakat serta berkoordinasi dengan relawan dan instansi terkait untuk distribusi bantuan lanjutan.