06 Jun 2026
25 tayanganStudium Generale Milad ke-34 FK UMI Hadirkan Kelas Inspirasi Alumni, Ungkap Sejarah Berdiri di Tengah Moratorium
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) mengawali rangkaian peringatan Milad ke-34 dengan menggelar Studium Generale dan Kelas Inspirasi Alumni yang berlangsung di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI, Sabtu (06/06/2026).
Makassar, FK UMI – Kegiatan yang dihadiri ribuan mahasiswa ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang FK UMI sekaligus ruang inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional.
Mengusung tema “FK UMI Berdampak: Peran FK UMI dalam Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Nasional”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah alumni FK UMI yang kini menduduki posisi strategis di berbagai sektor kesehatan, pemerintahan, dan pendidikan kedokteran.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Studium Generale Milad ke-34 merupakan wujud komitmen UMI dalam menghadirkan ruang diskusi, pencerahan, serta pemikiran konstruktif bagi sivitas akademika dan para pengelola pendidikan.
“Usia 34 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah melahirkan banyak capaian penting bagi Fakultas Kedokteran UMI. Momentum milad ini harus menjadi ruang evaluasi untuk melahirkan langkah-langkah konkret dan capaian yang lebih terukur di masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan FK UMI selama lebih dari tiga dekade tidak hanya tercermin dari perkembangan institusi, tetapi juga dari kontribusi nyata para alumninya yang kini mengabdi di berbagai daerah dan sektor pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, membagikan kisah perjalanan lahirnya Fakultas Kedokteran UMI yang penuh tantangan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 1986 dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Pembukaan empat fakultas baru di lingkungan UMI, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik Industri, dan Fakultas Kedokteran.
Namun, pada saat itu pemerintah memberlakukan moratorium pembukaan fakultas kedokteran melalui keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan sehingga Fakultas Kedokteran UMI belum memperoleh izin operasional.
“Dalam kondisi moratorium tersebut, Fakultas Kedokteran belum bisa dibuka. Akan tetapi enam tahun kemudian, tepatnya pada 8 Juni 1992, SK pendirian Fakultas Kedokteran UMI akhirnya terbit. Ini merupakan rahmat dan pertolongan Allah SWT,” ungkap Prof. Mansyur.
Ia menambahkan bahwa perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya mengandalkan kapasitas akademik dan manajerial, tetapi juga semangat perjuangan, doa, serta keyakinan dalam mewujudkan cita-cita besar untuk menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas di Indonesia Timur.
Sementara itu, Dekan FK UMI, Dr. dr. H. Nasrudin AM, Sp.OG(K)., Subsp. Obginsos, MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K, menjelaskan bahwa Studium Generale tahun ini secara khusus menghadirkan alumni yang telah berhasil meniti karier di berbagai bidang sebagai sumber inspirasi bagi mahasiswa.
“Alumni yang hadir berasal dari berbagai profesi dan jabatan strategis, mulai dari Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, hingga anggota DPRD. Mereka berbagi pengalaman dan perjalanan karier yang dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FK UMI,” jelasnya.
Menurut dr. Nasrudin, kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa alumni FK UMI telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, serta pembangunan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sedikitnya 30 alumni FK UMI telah menduduki posisi sebagai direktur rumah sakit pemerintah maupun swasta, kepala dinas kesehatan, serta pimpinan organisasi profesi kedokteran di berbagai provinsi.
“Tema Milad ke-34 ini dipilih untuk menggambarkan kontribusi nyata alumni dan institusi dalam pembangunan sektor kesehatan nasional. FK UMI ingin terus menghadirkan dampak melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Selain menampilkan capaian para alumni, FK UMI juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan akademik, salah satunya pembukaan Program Magister (S2) Biomedik yang saat ini sedang dipersiapkan guna memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Ir. Masrurah Mokhtar, turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian alumni FK UMI yang telah berhasil mengharumkan nama institusi di tingkat regional maupun nasional.
Menurutnya, keberhasilan alumni menjadi indikator penting kualitas pendidikan yang diselenggarakan FK UMI sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Muslim Indonesia.
“FK UMI tidak boleh hanya menjadi fakultas kedokteran favorit di Sulawesi Selatan, tetapi harus mampu menjadi salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan institusi, Yayasan Wakaf UMI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan studi lanjut doktoral bagi para dosen.
Saat ini, FK UMI juga dipercaya menjadi mitra pembinaan sejumlah fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang menunjukkan pengakuan terhadap kualitas dan pengalaman FK UMI dalam mengembangkan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Melalui Studium Generale Milad ke-34 ini, FK UMI kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan kesehatan nasional.